Aku dan Entah. Aku berada di tengah-tengah jalan, diantara pohon-pohon besar di kedua sisinya. pada senja, saat daun-daun kuning basah berguguran, jatuh bersama sisa hujan yang membasahi kepala. Di ujung jalan, sinar memucat, perlahan gelap, malam telah datang menyerap cahayanya. aku berdiri, menunggui secerca cahaya terakhir. yang lalu hilang, bersembunyi entah dimana. Saat cahaya terakhir meredup dan pergi, lampu segenap sisi jalan menyala berwarna kuning keemasan, sinarnya berpendar anggun, menyilaukan warna hitam aspal yang basah, sisa hujan senja tadi. Aku masih disitu, berdiri di tengah jalan menunggu sinar di ujung jalan, yang hilang pada entah. Pohon-pohon menatap pilu, hujanpun turun lagi. Rintiknya mempercantik sinar lampu jalan, menyinari tubuh dan pepohonan, bagai keajaiban. Malam makin kelam, dan aku tak terlihat. secercah sinar di jalan besar, menuntun langkah kakinya, menemukanku, dan membawaku pulang, ke rumah. Ia tahu, pohon dan sinar keemasan la...