PENGHIBURAN DARI BUNGA ASOKA

     Salah satu buku favorit saya berjudul "Wonderful Inspirational Stories" by Kathy Lamancusa, beliau bekerja sebagai  pembicara profesional, presenter TV yang juga merupakan seorang desainer bunga dan pakar kebun. Buku ini berisi pengalaman-pengalaman menyentuh yang dirasakan oleh orang-orang dari berbagai latar belakang tentang bunga serta keajaiban yang ditimbulkannya dalam hidup mereka. Dapat dikatakan buku ini sejenis dengan series "Chicken Soup For The Soul" yang diisi dengan kisah-kisah yang menghangatkan. Singkatnya, cerita dalam buku ini membuat saya menjadi terkesima dan takjub akan kekuatan bunga dan dampaknya dalam hidup seseorang.

    Sejak kecil saya selalu menyukai bunga. Halaman rumah masa kecil saya ditumbuhi oleh berbagai jenis bunga. Ada mawar, asoka, gardenia, krisan dan jenis lainnya termasuk buah-buahan, sayur dan tanaman obat.  Tanaman-tanaman tersebut hampir semuanya ditanami oleh ayah saya sendiri semasa hidupnya. Dalam keluarga kami, beliau dikenal sebagai sosok yang "bertangan dingin" dalam persoalan tanam menanam. Hampir semua tanaman yang ditanam beliau, akan selalu berhasil tumbuh dengan sangat subur jika dibandingkan tanaman yang ditanam oleh kami. Saya pikir itu adalah salah satu bakat hebat beliau dan membuat saya terinspirasi untuk memiliki rumah dengan halaman berisi tanaman sendiri suatu saat nanti.  

    Sebagai orang yang sangat menyukai bunga, saya mempercayai bahasa bunga. Saya percaya bahwa setiap bunga seperti yang digambarkan oleh orang-orang di dalam buku, memiliki kemampuan untuk mewakili suatu momen, kemampuan untuk berbicara saat manusia tidak bisa berkata-kata, atau kemampuan memberikan penghiburan pada moment-moment terntentu. Untuk saya, moment tersebut benar-benar terjadi di hari dimana ayah saya dikuburkan. Saya dikejutkan oleh anak-anak yang datang membawa rangkaian bunga untuk pemakaman ayah. Uniknya rangkaian bunga tersebut tidak seperti rangkaian bunga yang biasa saya lihat di acara kematian. Bukannya mawar atau krisan, rangkaian bunga tersebut didominasi oleh bunga Asoka berwarna kuning, yang terasa sedikit aneh bagi saya saat itu. 

    Kejutan belum berakhir, saat akan mekukan ibadat penguburan, sebagaimana biasanya meja ibadat harus dihiasi oleh vas berisi bunga. Salah satu keluarga saya mencoba mencari bunga yang mekar di halaman rumah kami yang hanya tersisa sedikit saja. Sebab, sejak enam tahun yang lalu, ayah harus sibuk berjuang melawan sakitnya. Uniknya, satu-satunya bunga yang sedang mekar di hari itu di halaman rumah kami hanyalah bunga asoka kuning yang sepertinya memang sedang musimnya untuk bermekaran saat itu. Hal tersebut membuat saya penasaran dan mencoba mencari makna dari bunga asoka. Betapa terkejut dan merindingnya saat saya membaca makna dari bunga tersebut yang ternyata melambangkan kematian. Asoka yang berasal dari bahasa Sansekerta juga berarti "Tanpa Duka" atau terbebas dari rasa sedih. 

    Sore itu, saat saya melihat peti jenazah ayah saya diturunkan dalam tempat peristirahatan terakhirnya, entah kenapa saya merasa kuat, pesan tersembunyi dari bunga asoka seolah-olah ingin memberitahukan bahwa beliau sudah terbebas dari rasa sakitnya. Pesan lainnya juga seperti ingin menyampaikan bahwa suatu saat,rasa sedih akibat kehilangan sosoknya juga akan hilang, terbabaskan ! Entah kapan, tapi pasti. Makna bunga asoka pada senja itu memberi saya kekuatan untuk melewati salah satu moment paling menyedihkan yang pernah terjadi dalam hidup saya. Selain penghiburan juga seolah-olah saya mendapatkan pesan dari ayah saya sendiri, bahwa kematian bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, kematian juga bisa berarti bebas dari rasa sakit, dari rasa sedih. Dan bahwa jika kamu mempercayau sesuatu, semesta akan selalu bersedia menunjukan apa yang kamu percayai. Seperti saya mempercayai bahasa bunga 😊




 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Old Tree and Poetry

In the Middle of Somewhere